Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sekali kebudayaan. Budaya Indonesia dapat berupa ragam bahasa dan tarian tradisional. Di zaman modern ini, budaya asli negara mulai tergusur oleh budaya luar negari yang mulai masuk ke Indonesia. Namun, sebagai penerus bangsa kita tidak boleh melupakan budaya Indonesia bahkan tidak boleh sampai 'tidak tahu' tentang budaya-budaya yang ada di Indonesia. Maka dari itu, pada hari ini Swayanaka Jember mengenalkan budaya Indonesia dimulai dari asal-usul suatu kota, tarian tradisional Indonesia, lagu daerah di Indonesia, ragam bahasa yang ada di Indonesia sampai permainan tradisional yang mulai dilupakan oleh generasi millenial. Pengetahuan ini diberikan pada anak-anak melalui kegiatan rutin Swayanaka Jember yang dilaksanakan setiap 2 minggu sekali di Desa Binaan Kertosari, Pakusari.
Yukk.... simak ceritanya...
Kegiatan dimulai dengan menyematkan pita lambang HIV/AIDS karena kegiatan rutin ini bertepatan dengan hari AIDS Sedunia, sehingga kami menggunakan pita tersebut sebagai simbol untuk memperingati hari AIDS Sedunia.
Pengurus Swayanaka membantu anak-anak memakai pita simbol HIV/AIDS
Setelah penyematan pita simbol HIV/AIDS acara dilanjutkan dengan menceritakan asal usul kota Surabaya melalui media dongeng yang dilakukan oleh Afriza. Kota Surabaya dipilih karena kota itu termasuk kota terbesar yang ada di Jawa Timur, selain itu kota Surabaya juga menjadi ibu kota provinsi Jawa Timur. Afriza menceritakan segala kejadian dan permasalahan masa lampau tentang perseteruan antara Baya dan Sura sehingga menjadi kota Surabaya dimana kedua binatang tersebut menjadi ikon kota Surabaya.
Kegiatan mendongeng asal usul kota Surabaya
Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan tarian tradisional yang ada di Indonesia seperti tari Singo Ulung yakni kesenian tradisional yang berasal dari Bondowoso, tari Lahbako yang berasal dari Jember, dan tarian-tarian lainnya. Materi tentang tari tradisional di Indonesia disampaikan oleh Ghofar melalui media tayangan video. Anak-anak sangat antusias menonton tayangan video tersebut, apalagi tayangan tari tradisional Jaranan.
Kegiatan penjelasan dan penayangan video tari tradisional di Indonesia
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan lagu daerah seperti lagu Ampar-ampar pisang, Suwe Ora Jamu, dan lain sebagainya sekaligus mengenalkan bahasa yang digunakan dalam lagu tersebut. Kegiatan ini dilakukan agar anak-anak dapat mengenal lagu daerah yang ada di Indonesia sehingga mereka tidak hanya mengenal lagu-lagu 'orang dewasa' saja. Pengenalan bahasa daerah juga penting dilakukan agar anak-anak mengetahui bahwa Indonesia memiliki banyak bahasa dimana setiap daerah memiliki bahasa daerah yang berbeda-beda. Pengenalan lagu daerah dilakukan oleh Irma, Endah dan Linda dengan bantuan sound agar anak-anak mendengar lagunya dengan jelas.
Kegiatan pengenalan lagu daeran dan ragam bahasa di Indonesia
Pemberian materi di dalam ruangan telah selesai. Kegiatan dilanjutkan di luar ruangan yaitu kegiatan senam bersama dengan lagu Maumere yang berasal dari Nusa Tenggara Timur dan dilanjutkan dengan bermain permainan tradisional Indonesia. Senam Maumere sangatlah populer di Indonesia, senam dengan latar lagu yang riang membuat anak-anak bersemangat mengikuti semua gerakan senam ini. Kegiatan senam juga dijadikan sebagai ice breaking agar anak-anak tidak jenuh menerima materi. Kegiatan selanjutnya yaitu permainan tradisional. Permainan tradisional yang dimainkan adalah ular naga dan gobak sodor. Permainan ular naga dimainkan dengan cara anak-anak berbaris memanjang ke belakang, setelah itu berjalan dengan menyanyikan lagu ular naga melewati 'terowongan' yang dibuat oleh dua orang.
Kegiatan permainan tradisional Ular Naga
Permainan tradisional selanjutnya adalah permainan Gobak Sodor. Permainan ini dilakukan oleh 2 tim yakni tim penjaga yang menjaga lawan agar tidak lolos melewati garis batas ke baris terakhir secara bolak-balik. Tim yang yang seluruh anggotanya lolos maka dianggap sebagai si pemenang. Permainan ini mengajarkan kita akan pentingnya kerja sama antar tim, kecerdikan dan tidak mudah putus asa. Permainan tradisional dikenalkan agar anak-anak bisa berbaur dengan teman sebayanya dan tidak menjadi pribadi individual yang hanya memainkan gadget.
Kegiatan permainan Gobak Sodor
Itulah rangkaian kegiatan rutin yang dilakukan oleh Swayanaka Jember. Bagaimana.. seru kan??? Yukkk kita bersama-sama mulai mengajarkan kebudayaan Indonesia sejak dini agar kelak dewasa, anak-anak tidak melupakan budaya asli Indonesia. Salam Budaya...
By
Nelly N.A.M










Tidak ada komentar:
Posting Komentar