Minggu, 01 Maret 2020

Mengajarkan Nilai-nilai Patriotisme Melalui Games Bertemakan Pancasila


Pada tangal 10 November Indonesia meperingati hari pahlawan yang mana bertujuan memperingati pertempuran di Surabaya yang pernah terjadi pada tanggal 10 November 1945. Pertempuran ini bermula saat pihak Belanda mengibarkan bendera Belanda di hotel Yamato Surabaya. Hal ini tentu memancing kemarahan bangsa Indonesia. Mereka kemudian menaiki hotel Yamato dan merobek bagian berwarna biru dari bendera sehingga hanya tersisa warna merah putih saja. Kejadian ini memicu pertempuaran di Surabaya. Melihat kejadian ini pihak Belandan meminta kepada Ir. Soekarno untuk meredakan situasi. Keadaan sempat stabil setelah kedua belah pihak menandatangi perjanjian damai, namun karna suatu kesalah pahaman salah seorang Brigjen inggris Brigadir Jenderal Mallaby terbunuh. Atas kejadian ini pihak inggris marah dan melakukan pembersihan berdarah, lantas arek-arek Surabaya pun melawan dan bertempur hingga gugur ribuan pahlawan bangsa. Hari nasional ini ditetapkan melalui keppers No. 316 Tahun 1959 tepatnya pada tanggal 16 Desember 1959.



Swayanaka regional Jember sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak dan juga sebagai bentuk menjalankan kewajibannya selaku organisasi, melakukan kegiatan memperingati hari pahlawan pada tanggal 10 November 2019 dengan tema “penanaman sifat pancasila sebagai wujud jiwa patriotisme kepada anak-anak” yang berlokasi di Polindes Desa Pakusari. Dalam melakukan acara ini Swayanaka Jember bekerja sama dengan kasun Desa setempat, mulai dari survey lokasi, perizinan tempat, pengumpulan massa dan juga penyambung mulut kepada masyarakat dalam mempromosikan acara yang akan dilakukan. Pemilihan desa Pakusari sebagai objek acara selain karna sudah menajdi desa binaan swayanaka sejak periode sebelumnya juga dikarnakan banyaknya jumlah anak-anak dan juga pendidikan warga setempat masih sangat kurang. Menurut data statistik oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember pada tahun 2018 jumlah kelompok umur 0 sampai 14 tahun memiliki jumlah penduduk yang sangat tinggi, sekitar 3.200 jiwa untuk kelompok umur 0-4 tahun, 3.400 jiwa untuk kelompok umur 5-9 tahun dan sekitar 3.00 jiwa untuk kelompok umur 10-14 tahun.

Sasaran utama dalam kegiatan ini adalah anak-anak tingkat TK dan juga SD, namun tidak menutup kemungkinan terkadang ada anak-anak tingkat SMP yang ikut bergabung. Dalam merancang kegiatan yang dilakukan, swayanaka menggunakan nilai-nilai pancasila dalam membuat dasar kegiatan acara untuk menerapkan sikap pahlawan kepada anak-anak yang dikemas dalam bentuk games interaktif. Games yang dilaksanakan ada 5 macam mengikuti banyaknya sila dalam pancasila. Penggunaan pancasila sebagai landasan dasar games adalah mengingat pancasila digunakan sebagai dasar negara dan harus dimiliki setiap warga negara Indonesia, tanpa nilai pancasila dalam diri masyarakat maka tidak mungkin ada rasa cinta terhadap tanah air, juga tidak mugkin timbul jiwa patriotisme dalam diri individu tanpa terlebih dahulu cinta kepada negaranya. Sila pertama pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa dikemas dalam bentuk game tanya jawab yang dibuka dengan menceritakan kisah nabi dan rosul, serta kisah-kisah inspiratif yang mengharuskan seseorang beriman kepada Tuhan Ynag Maha Esa.
Sila kedua pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab dikemas dalam bentuk game yang sama dengan sila pertama. Cerita yang digunakan bisa menggambarkan seseorang yang beradab dan tidak menyombongkan diri atas kelebihan yang dimiliki, dan juga salalu membantu teman yang berada dalam kesulitan. Harapannya dari games ini anak-anak peserta acara bisa lebih menghargai sesama dan memiliki sifat yang rendah diri.
Sila ketiga pancasila yaitu persatuan Indonesia dikemas dalam game yang bertemakan kerjasama, game berupa sekelompok anak yang diikat dengan tali rafia di perutnya dan disatukan dengan anak-anak lain. Ditengah pertemuan tali rafia terdapat sebuah pulpen yang mana pulpen ini harus dimasukkan kedalam botol. Games ini membutuhkan koordinasi dan kerjasama yang baik antar tiap anak dalam kelompok untuk bisa mengarahkan pulpen ke bibir botol. Harapannya setelah melakukan game ini anak-anak bisa mengerti pentingya sebuah kerjasama dalam menyelesaikan sebuah masalah dan tidak memaksakan kehendak pribadi.
Sila keempat pancasila, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Dalam games bertemakan sila keempat pancasila ini nilai yang ingin diterapkan kepada adik-adik adalah untuk bisa mengikuti perintah yang diberikan dan memaknainya dengan baik sehingga tidak menimbulkan perpecahan. Game yang dibawakan adalah adik-adik diaruskan mengikuti gerakan yang diperintahkan oleh pembawa acara, terkadang perintah yang dibawakan berlawanan dengan gerakan yang sebelumnya sudah diajarkan sehingga pengambilan keputusan yang tepat oleh adik-adik sangat penting pada sesi ini.
Sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Game yang dibawakan pada sesi ini mengutamakan keadilan yang didapatkan dalam kelompok, apabila salah seorang mendapatkan sesuatu maka yang lain juga harus mendapatkannya sesuai porsi yang dibutuhkan, karna makna keadilan bukan hanya berarti kesamaan porsi tapi kesamaan sesuai kebutuhnnya. Game yang diterapkan yaitu adik-adik peserta dalam satu kelompok diharuskan untuk menempati sepetak kotak yang luasnya sudah ditentukan menggunakan sebelah atau kedua kakinya dan tidak boleh menginjak tanah, dengan kerjasama dan koordinasi yang baik adik-adik bisa melakukannya.
Dari kelima games diatas, semuanya diaharapkan bisa diterapkan oleh adik-adik peserta dalam kehidupan sehari-hari, juga diharapkan dengan games ini adik-adik lebih mengerti tentang kandungan pancasila dan penerapannya serta memiliki rasa cinta tanah air dan jiwa patriotisme. Kedepannya Swayanaka regional Jember memilki keinginan untuk materi yang dibawakan tidak hanya sekedar bertema tematik namun bisa terus dipantau dan memiliki kesinambungan dengan proker-proker yang akan dilaksanakan berikutnya tanpa mengurangi atau menghilangkan esensi kegiatan yang akan dilakukan berikutnya. Dengan terus membina adik-adik ini dengan nilai-nilai yang baik, kami harap mereka akan mampu menjadi pribadi yang jauh lebih baik untuk kemajuan Indonesia, minimal dalam waktu dekat mereka mampu memajukan daerah sekitar tempat mereka tinggal. “Beri aku 1000 orang tua, niscahya akan aku cabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscahya akan kuguncangkan dunia” -Ir. Soekarno. #swayanaka #welovewecareweshare




MFF





Tidak ada komentar:

Posting Komentar